Tafsir Fathul Qodir | TOKO BUKU ONLINE SURABAYA

Rp. 2.232.000,00
Tafsir Fathul Qodir | TOKO BUKU ONLINE SURABAYA
Tafsir Fathul Qodir | TOKO BUKU ONLINE SURABAYA

Tafsir Fathul Qodir | TOKO BUKU ONLINE SURABAYA

Inilah serial terjemah dari Kitab  Fathul Qodir  : Al Jami’ Baina Ar Riwayah wa Ad Dirayah min Ilm At Tafsir, Sebuah Kitab Tafir Al Quran yang ditulis oleh Imam Muhammad bin Ali Asy Syaukani -rahimahulloh- . Beliau adalah seorang imam besar, mujtahid mutlak, Al Qodhi/ Hakim di negeri  Yaman, pembaharu Islam: Pemberantas Syirik ,  Bidah, Firqoh Sesat  semasa hidupnya di abad ke-13 Hijriyah, pakar hadits, ahli tafsir,sejarahwan, Seorang Salafi, pemilik karya-karya  tulis terkemuka dan bermanfaat. Bagi Musliman Ahlus Sunnah wal Jamah,  lnama lengkapnya adalah Abu Ali Badruddin Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Abdullah bin Al-Hasan Asy-Syaukani , dikenal dengan nama Imam Asy Syaukani -rahimahulloh-

Imam Asy-Syaukani -rahimahulloh- dilahirkan pada bulan Dzulhijjah tahun 1173 H di Hijrah Syaukan, ketika itu jaraknya 1 hari perjalanan dari San’a  di Yaman.

Ayahnya adalah seorang ulama. Sang ayah merawat dan menjaga anaknya agar selalu berada di dalam koridor keilmuan sejak usia dini. Pertama-tama, Imam Asy-Syaukani menyelesaikan hafalan Al-Quran, kemudian setelah itu menghafal berbagai matan dan prinsip-prinsip keilmuan yang beragam.

Selepas itu, Imam Asy-Syaukani pindah ke ibukota Sana’a untuk menimba ilmu dari para syaikh dan ulama. la tidak pernah absen mengikuti kajian Ibnu Muthahhir Al-Qabili -rahimahulloh-  selama kurang-lebih 13 tahun, dan lulus darinya dengan menguasai berbagai cabang keilmuan. Imam Asy-Syaukani juga mendalami ilmu hadits, tafsir, dan mushthalah hadits kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Kaukabani -rahimahulloh- . la mendapatkan banyak ilmu darinya. Selanjutnya ia berinteraksi dan berguru dengan ulama besar  pada masanya, yaitu Imam Ash-Shan’ani -rahimahulloh- . Dari Imam Ash-Shan’ani, Asy-Syaukani mendapatkan ilmu yang berlimpah, mengikuti konsepnya, dan meniti metodenya, sehingga ia menjadi salah seorang murid unggulannya.

Imam Asy-Syaukani berpindah dari satu pengajian ilmu ke pengajian lainnya di Sana’a. Setiap ulama atau syaikh yang beliau datangi dan duduk di majelis tersebut. Beliau mneghimpun seluruh ilmu dari ulama diz amannya, sehingga wawasan dan keilmuannya sangat luas, dan beliau menjadi Imam pada masanya yang menjadi rujukan masyarakat dan empat tujuan para pencari ilmu dari negeri-negeri yang jauh; India, Daulah Utsmani, dan Dagestan. Tidak terhitung orang-orang yang menimba ilmu darinya.

Pada tahun 1209 H, petinggi hakim Yaman Yahya Asy-Syajari As-Sahuli meninggal dunia. Para penguasa di Yaman tidak mendapatkan ulama yang lebih utama daripada Imam Asy-Syaukani. Saat itu, Asy-Syaukani sibuk mengajar berbagai ilmu ijtihad, mengeluarkan fatwa, dan menyusun karya. la jarang bergaul dengan orang-orang, tak terkecuali dengan para pejabat pemerintahan. Tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki kedekatan dengan Imam Asy-Syaukani. Ketika mereka memintanya untuk menduduki jabatan hakim, Imam Asy-Syaukani pada awalnya menolak. Akan tetapi, atas desakan pemerintah kepadanya, permintaan para ulama dan syaikh, serta keinginannya untuk menyebarkan As-Sunnah, memberangus bid’ah, dan berdakwah menyeru masyarakat ke jalan As-Salaf Ash-Shalih, akhirnya ia menerima jabatan hakim itu, setelah mempertimbangkan bahwa jika dirinya menolak maka salah seorang ulama su’ (buruk) akan menduduki jabatan itu.

Duduknya Imam Asy-Syaukani di posisi pembesar kehakiman merupakan keuntungan besar bagi dakwah, pembaharuan, dan As-Sunnah. la menjadi sebaik-baik hakim yang menegakkan menara keadilan, memberantas kerusakan dan para pembuat kerusakan, serta mengajak orang-orang untuk mengamalkan Al-Quran dan As-Sunnah. Berkat kelayakan dan kapabilitasnya yang luar biasa untuk menduduki jabatan serius itu, Imam Asy-Syaukani menjabatnya hingga ia meninggal dunia. la tidak pernah sekalipun lengser darinya, sementara sekitar 300 ulama bergantian menjadi wakilnya. Imam Asy-Syaukani menduduki jabatan itu selama lebih dari 40 tahun.

Walaupun Imam Asy-Syaukani disibukkan dengan tugas-tugas dan beban-beban jabatannya, serta luput dari penyusunan dan penulisan karya-karya intelektual, akan tetapi pada akhirnya ia tetaplah hakim terbaik pada masanya dan imam pembaharu yang juga pakar ijtihad di zamannya.

Imam Asy-Syaukani untuk mumpuni dalam menelaah berbagai dalil, berijtihad untuk menggali pemahaman dalil-dalil itu, dan memutus rantai taklid. Seluruh kemampuan itu mendorong Imam Asy-Syaukani untuk meyakini madzhab salaf yang menjadi madzhab paling benar. Sebuah madzhab yang diyakini oleh sebaik-baik generasi awal.

Keyakinannya terhadap akidah salaf timbul dari pembelajaran, studi. dan penelaahannya. la tidak datang dari proses mengekor saja (taklid) sebagaimana dilakukan para ulama lainnya. Sehingga tidak ada seorang pun yang mengklaim bahwa Imam Asy-Syaukani mengekor gurunya, Imam Ash-Shan’ani, yang menjadi guru pertamanya dan teladan bagi dirinya di jalan ijtihad dan dakwah.

Dalam persoalan akidah dan keyakinan, Imam Asy-Syaukani lebih selamat dari Imam Ash-Shan’ani yang terjebak dalam penasiran-penafsiran (takwil) yang berseberangan dengan akidah Ahlussunnah wal Jamaah. Imam Asy-Syaukani merekam keyakinannya ke dalam berbagai kitabnya. terutama kitab At-Tuhaf fi Madzahib As-Salaf dan kitab Kasyfu  Syubuhat ‘an Al-Musytabihat

Pada periode awal kehidupannya, Imam Asy-Syaukani mendalami fikih Madzhab Syiah Zaidiyah. la mempelajari dan menghafal berbagai matan fikih madzhab tersebut. Sehingga ia tampil sebagai orang terpandai di dalamnya. Kepandaian dan keahliannya itu mengantarkannya untuk menelaah banyak persoalan yang kelompok Zaidiyah menyelisihi teks-teks dalil gamblang.

Imam Asy-Syaukani kemudian memfokuskan diri pada kebenaran dan merendahkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sehingga ia dapat menebas rantai taklid dan dengan tingginya keilmuan beliau untuk menganalisa teks-teks dalil. Hingga akhirnya ia sampai kepada tingkatan ijtihad dan berhasil menyusun risalahnya yangn terkenal dalam mencela tindakan taklid, yaitu Al-Qaul Al-Mufid fi Adillati Al-Ijtihad wa At-Taqlid.

Setelah itu Imam Asy-Syaukani menulis kitabnya yang terkenal dengan judul As-Sail Al-Jurar Al-Mutadaffiq ‘ala Hada,iq Al-Azhar. Di dalam kitab tersebut Imam Asy-Syaukani mengkritik seluruh pemikiran dan pendapat kelompok Zaidiyah, serta menelanjangi kebohongan-kebohongannya dan penyimpangan-penyimpangannya dari pemahaman As-Sunnah yang difahami Salaf As Shalih. Hal itu menyeretnya ke dalam konflik sengit melawan kelompok Zaidiyah dan para pelaku taklid, serta mendorongnya mendapatkan cobaan tiada henti dari mereka.

Sejatinya, Imam Asy-Syaukani merupakan seorang pakar ijtihad mutlak yang tidak terikat oleh satu madzhab tertentu atau pemikiran tertentu dari salah seorang ulama. la lebih memilih pendapat yang muncul dari hasil ijtihadnya. Hal ini dapat dilacak dari kitab terkenalnya, Nail Al-Authar, di dalamnya ia melansir pendapat-pendapat dan pemikiran-pemikiran multi disiplin keilmuan dari sejak zaman sahabat hingga masanya. la mengemukakan argumentasi mereka, lalu memilih pendapat terkuat menurut pribadinya yang sejalan dengan pendapat ulama Salaf.
.
Karya Ilmiyyahnya
Imam Asy-Syaukani meninggalkan kekayaan intelektual ilmiyyah berupa karya-karya yang mencapai sekitar 278 judul di berbagai cabang keilmuan. Kebanyakan dari karya itu masih berbentuk manuskrip yang meniscayakan tekad dan semangat baja untuk  emperkenalkannya, agar bisa dimanfaatkan oleh orang banyak. Akan tetapi, berkat kebaikan Alloh -Subhanahu Wa Ta’ala- , kitab-kitabnya yang terpenting dan popular dapat dicetak. Popularitas kitab-kitab itu sangat  terkenal.Di mana tidak ada satu pun dari negeri muslim dan forum pengajaran keilmuan yang tidak melibatkan karya-karya Imam Asy-Syaukani.

Di antara karya-karyanya yang terkemuka adalah:
1.Fathul Qadir yang merupakan kitab tafsir yang sangat bernilai ( kitab ini yang diterjemahkan, tersedia di al-aisar.com)
2. Al-Fawa’ id Al-Majmu ‘ah fi Al-Ahadits Al-Maudhu’ah. la menyempurnakan kitab ini yang merupakan karya para ulama terdahulu semisal Ibnul Jauzi, Al-’Iraqi, dan As-Suyuthi. la meluruskan kesalahan-kesalahan yang mereka buat di dalamnya.
3.Nail Al-Authar Syarh Muntaqa Al-Akhbar yang menjadi kitabnya yang paling terkenal dan paling penting. Kitab ini menjadi referensi utama bagi setiap pencari ilmu ( mukhtashor kitab ini, terjemahnya tersedia di al-aisar.com)
4. As-Sail Al-Jurar Al-Mutadaffiq ‘ala Hada’iq Al-Azhar. Sebuah kitab yang di dalamnya Imam Asy-Syaukani mengkritik Madzhab Syiah Zaidiyah dan mewariskan konklusi-konklusi ijtihadnya. Kitab ini menjadi kitab terbaik dalam studi fikih perbandingan.
5. Irsyad Al-Fuhul, sebuah kitab dalam bidang ushul fikih.
6. Tuhfah Adz-Dzakirin.
7. Al-Fath Ar-Rabbani min Fatawa Al-Imam Asy-Syaukani.
8.  Wabl Al-Ghamam ‘ala Syifa Al-Awam fi Naqdhi Madzhab Az-Zaidiyyah.
9. Al-Badr Ath-Thali’ bi Mahasin min ba’di Al-Qarn As-Sabi’, merupakan salah satu kitab biografi penting yang bermanfaat. Selain itu semua, Imam Asy-Syaukani juga menulis banyak risalah fikih beragam dan menerangkan risalah-risalah tentang hadits di sejumlah pembahasan keilmuan.
10. dan kitab-kitab lainnya yang bermanfaat.

Pujian Ulama terhadap Asy Syaukani -rahimahulloh-
Al-Allamah Husain As-Saba’i Al-Anshari -rahimahulloh- berkata, “Asy-Syaukani adalah pemimpin para imam; mufti umat; lautan ilmu; mentari kecerdasan; sandaran para mujtahid dan ahli hadits; ksatria makna dan lafaz; tiada tandingannya di zamannya; guru besar Islam; sosok pandai pada zamannya; penerjemah hadits dan Al-Quran; tokoh zahid; hamba saleh tiada tanding; penghancur pelaku bid’ah; pemimpin orang-orang bertauhid; mahkota orang-orang yang mengikuti sunnah; pemilik karya-karya yang belum pernah ada sebelumnya; petinggi para hakim Ahlussunnah wal Jamaah, syaikh riwayat; pemerhati sanad; pionir dalam ranah ijtihad; penelaah hakekat-hakekat dan sumber-sumber syariat; pandai dalam mengungkap hal-hal samar dan maksud-maksudnya.”

Al-Allamah Al-Bahkali -rahimahulloh- mengatakan tentangnya, “la adalah hakim banyak ulama; guru besar Islam; ahli tahqiq (telaah) yang cendekia; seorang imam; raja para ulama; pemimpin dunia; penutup para ahli hadits tanpa diperdebatkan lagi; AI-Hujjah; kritikus sanad; tokoh yang wara’; pelakon kebenaran dengan kekuatan jiwa dan ketegasan lisan.”

Al-Allamah Shiddiq Hasan Khan -rahimahulloh-  menuturkan, “la menguasai seluruh pengetahuan; orang yang pro dan kontra sepakat atas penelaahannya. ialah salah satu orang yang bisa dihitung dengan jari jari dalam ilmu-ilmu ijtihad; pemenang dalam hal pengetahuan terhadap perkara-perkara syariat yang samar; memiliki banyak karya mumpuni lagi menyenangkan, berguna, dan bermanfaat.”

Imam Abdul Hayyi Al-Kattani -rahimahulloh- menyebutkan, “la seorang imam; penutup ahli hadits di belahan timur; tokoh cendekia; peneliti; pakar ijtihad; dan seorang hakim. la seumpama tahi lalat di wajah abad yang silam; air bah di kening masa; meniti manhaj keilmuan yang banyak orang sebelumnya buta akan hal itu; dianugerahi kelancaran pena dan kepemimpinan yang belum pernah digoreskan pena lainnya. la merupakan salah satu kebanggaan negeri Yaman, dan bahkan bangsa Arab.”

Sayyid Abdurrahman bin Al-Ahdal -rahimahulloh- menyatakan, “Pemimpin pada era kami dalam seluruh bidang keilmuan; orator pada era kami dalam menjelaskan segenap hakekat kata-kata dan makna-makna; Al-Hafizh; Al-Musnid; Al-Hujjah, pemberi petunjuk dalam menerangkan sunnah-sunnah Nabi Muhammad secara gamblang; kemuliaan Islam; ialah Muhammad bin Ali Asy-Syaukani.”

Dalam kesempatan lain, Al-Allamah Al-Kattani juga berkata tentang Imam Asy-Syaukani, “Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menganugerah imam ini tiga hal yang aku tidak tahu apakah hal-hal itu terhimpun pada orang lain di zaman penghujung ini. Pertama, keluasan ilmu dengan beragam jenis dan macamnya. Kedua, banyak murid yang pandai menelaah dan berwawasan luar biasa. Tiga, banyak karya yang dikeluarkannya.”

Ibrahim bin Abdullah Al-Hautsi mengutarakan, “Imam Asy-Syaukani adalah pemimpin para punggawa takwil. la memperdengarkan, menyusun, dan membuat riang banyak telinga dengan fatwa, pemahaman, penelitian, dan ia juga memberikan banyak manfaat. Lembaran-lembaran fatwa-fatwanya bertebaran ke seantero negeri. la terkenal akan ketelitian dan karya tulisnya, juga kepemimpinannya dalam bidang ilmu hadits, tafsir, ushul, furu, sejarah, pengetahuan tentang tokoh-tokoh hadits, dan kondisi sanad riwayat-riwayat.”

Dalam Mu’jam Al-Muallifin, Umar Kahalah berkata, “Imam Asy-Syaukani adalah pakar tafsir; ahli hadits; ahli fikih; ahli ushul; sejarawan; sastrawan; pakar nahwu; pakar logika; ahli ilmu kalam; dan ahli ilmu hikmah. Pada masa hidupnya, karya-karyanya berserakan di seluruh negeri. Setelah wafatnya, orang-orang mendapatkan banyak manfaat dari karya-karyanya itu.”

Al-’Allamah Imam Al-Alusi -rahimahulloh- , penulis kitab tafsir Ruhul Ma’ani fi tafsir al Qur’an wa As Sab’u Al Matsani , mengatakan, “Namun kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mentakdirkan bagi mereka kebanggaan yang setara, kemuliaan Islam, kebaikan di setiap malam dan hari, yaitu Al-Qadhi Muhammad bin Ali Asy-Syaukani. Dengannya, Allah menghancurkan bid’ah, menghapuskan kesesatan, serta mengalahkan para pengikut agama dan madzhab yang batil semisal Zaidiyah, dan sebagainya, sehingga keimanan dan segenap aspeknya tumbuh subur di Yaman.”

Bagi yang mau order

Tafsir Fathul Qodir 

, silahkan hubungi 089677548125 dan 085746702013 atau bisa add pin BBM kami 74A4D10E

Insya'Alloh Fast Respond. .
Toko Buku Islam Online Surabaya

Produk terkait:

Share dengan teman:
 
Created @ 2014 - Toko Buku Online Surabaya | Jual Buku Online
Siwalankerto Utara 23 RT. 2 RW.3 Surabaya
Template by : Creating Website
Modified by IQRA Bookstore